Adj & Adv

Let’s learning and have fun with my video. Hope you like it 🙂

Cheers!

Advertisements

Yuuuk mari lihat membangun Hotel dengan Etika!

Hallo my sweet followers. Yuk lihat bagaimana kita memahami etika-etika yang berlaku jika membangun sebuah bangunan. Etika-etika ini disebut etika Bisnis, Etika Bisnis suka sering sekali dibahas di bangku SMA/SMK dan juga perguruan tinggi. Apa saja yang perlu ditaati ataupun apa asaja yang harus kita hindari dalam membangun suatu usaha. Dalam kali kini, saya akan mengajak kalian menengok etika berbisnis dalam membangun suatu bangunan, mari tengok bangunan yang saya sebutkan adalah sebuah Hotel. Hotel baru ini berlokasi di Depok dan dipusat kota berkembang dalam pusat perbelanjaan, pusat kuliner maupun pusat bidang pendidikan yakni The Margo. Dari namanya kita bisa simpulkan nama tersebut diambil nama dari jalan Margonda, Depok.

Sebelum memperjelas perjalanan kita membahas beretikanya membangun hotel yuks kita lihat berita yang terpampang dibawah ini:

Bersumber wartakota.tribunnews.com, news.okezone.com dan replubika.co.id menceritakan hal ini, saya publican kembali ya dari warta kota:

3

2

1

Dari kabar berita yang tidak baik mengatasnamakan The Margo, mari kita telursuri etika-etika dibawah ini:

What’s the issue?

DPRD Kota Depok memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dinas terkait dalam pemberian izin atas diluncurkannya Hotel The Margo yang berada dalam satu komplek dengan pusat perbelanjaan Margo City. Hingga saat ini pihak hotel diminta melengkapi izin operasional dan Sertifikat Layak Pakai (SLF).

Hanya IMB dan Tanda Daftar Usaha (TDU) yang sudah terpenuhi.

Perda yang duduga dilanggar Margo Hotel, yaitu Perda no 3 tahun 2006 pasal 59 dan pasal 60 serta sanksi pasal 62 maupun pasal 63. Pihak Hotel juga melanggar Perda 13 tahun 2013.

Let’s see the Facts!

Perizinan bangunan yang harus dimiliki pemilik bangunan, sesuai ketentuan dalam Peraturan Daerah (Perda) No. 7 Tahun 2010, terdiri dari :

  1. Izin Mendirikan Bangunan (IMB),
  2. Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) adalah Sertifikat yang diterbitkan oleh Pemda DKI Jakarta terhadap bangunan gedung yang telah selesai dibangun sesuai IMB dan telah memenuhi persyaratan kelaikan teknis sesuai fungsi bangunan berdasar hasil pemeriksaan dari instansi terkait .

There are two of choices.

There is Right decision and Wrong decision.

  1. Simple, just make it come true. Urus segala dokumensitas kelengkapan legalitas dalam pembangunan tersebut.
  2. the other choice: DIFFICULTY.

Tidak adanya kelengkapan dalam legalistas SLF berarti pihak Hotel telah melanggar Perda 13 tahun 2013 pasal 119. Yang menyatakan:  (1) Pemerintah Kota menerbitkan sertifikat laik fungsi terhadap bangunan gedung yang telah selesai dibangun dan telah memenuhi persyaratan kelaikan fungsi berdasarkan gedung sebagai syarat untuk dimanfaatkan.

Demikian pelanggaran pada perda no 3 tahun 2006 pasal 59 dan pasal 60 serta sanksi pasal 62 maupun pasal 63. Dimana bila terdapat bangunan yang tidak memiliki SLF, maka dengan instruksi walikota bisa membongkar bangunan yang tidak memiliki SLF.

The comparison

If we choose the right way: Melengkapi persyaratannya lalu proses pengajuan SLF, proses ini memakan paling cepat sebulan jika semua persyaratan terlengkapi.

Namun kenyataannya: Pihak Hotel masih dalam permasalan pembangunan pedestrian 2,5 meter yang sedangkan Hotel The margo baru membuat 1 meter. Pembangunan ini adalah syarat resminya surat SLF yang berlaku di perda Depok.

My opinions

It is just only one final step that The Margo Hotel need to achieve. Just do it. Memang agak sulit kondisinya saat ini, dimana banyaknya bangunan yang sedang dibangun maupun direnovasi di kota tercinta Depok ini. Namun, jika sudah ada ultimatum untuk menambah 1,5 meter lagi untuk pedestrian, hal ini akan memudahkan proses perlegalitasan dalam SLF. Semoga tidak lama proses ini berlangsung, terkait GM The Margo sedang dalam proses pembuatan.

Results

General Manager (GM), The Margo Hotel, Bay, Sjahfendi, menegaskan telah memberikan klarifikasi dan akan kooperatif dengan aturan yang berlaku. “Masih koordinasi, masih proses. Prinsipnya kami akan patuh selama aturan itu berlaku umum,” pungkas Bay.

Sampai saat ini proses ini benar berjalan dengan semestinya, saya lampirkan gambar pedetariannya. saya ingat sempat macet-macetan masuk margo karena hal pembangunan ini, namun good result for The Margo and good luck 🙂

image

References:

Malau, Budi. September 2015 available in: http://wartakota.tribunnews.com/2015/09/23/dprd-depok-minta-wali-kota-bekukan-izin-the-margo-hotel

Garibaldi, Ganjar. Sunardi. Mariana. Sri. Islahuzaman, John. Tjen. 2006. Etika Hukum bagi Masyarakat Pelaku Bisnis Indonesia Bisnis. Jurnal Manajemen dan Ekonomi. Bandung: Vol 8, No. 1 Hal. 955-1080

http://www.depok.go.id/perda/Tahun%202006%20Nomor%2003%20Tentang%20Bangunan%20Dan%20Retribusi%20Izin%20Mendirikan%20Bangunan.pdf

http://www.depok.go.id/perda/2013/PERDA%20KOTA%20DEPOK%20THN%202013%20NO%2013%20TTG%20BANGUNAN%20DAN%20IMB.pdf

https://www.pu.go.id/uploads/services/2011-12-01-12-57-04.pdf